Borobudur, sepedahan dan main air

17.16.00 Unknown 0 Comments


Cerita kali ini adalah liburan keluarga kecilku yang sengaja AntiMainstream, karena jadwal liburannya beda dari kebanyakan orang. Meski di minggu itu terdapat dua tanggal merah pada hari Kamis dan Jumat, yakni Kenaikan Isa Al Masih dan Isra Miraj, sehingga ada situasi ultra long weekend 5-6 Mei, kami sengaja tidak berangkat berlibur pada saat itu. 

Pertimbangannya adalah kami tidak ingin pergi berlibur tapi perjuangannya sama dengan mudik Lebaran. Yang saya dengar di radio, satu keluarga bisa menghabiskan waktu puluhan jam hanya untuk jarak Jakarta hingga keluar ujung tol menuju Jawa Tengah (daerah Pejagan). Eeewh


Kebetulan waktu libur anak lanang cukup panjang karena jadwal anak SMP kelas 9 yang sedang ujian jadi jadi anak kelas 7, 8 (kelas anak lanang) mendapat jatah libur satu minggu, setelah mencocokan dengan waktu kesibukan suami maka jatuhlah tanggal 8 Mei kami berangkat berlawanan dengan kemacetan arus balik libur para traveler main stream hehehe. 




Waktu menunjukan pukul 15.00 WIB (Waktu Indonesia bagian Bekasi) bersamaan dengan kepulangan anak lanang pulang lomba Marawis antar sekolah, dan Alhamdullilah grupnya menyabet Juara kedua, kami dengan tujuan pertama Semarang.


Perjalanan cukup lancar berbeda dengan arah sebaliknya yang padat kecenderungan macet, dengan iringan hujan deras pada saat di jalan Tol Cipali membuat kami harus berhati-hati dan memperlambat kecepatan.




Rencana rute perjalanan kami adalah menghindari pertigaan Pejagan yang berpotensi macet karena adanya arus balik, jadi kami memutuskan arah sebaliknya melalui Slawi. 


Sebagai referensi jalur ini agak tidak begitu berbeda jarak tempuhnya untuk mencapai kota Tegal jalan yang cukup bagus namun harus ekstra waspada karena banyaknya kendaraan roda dua penduduk sekitar yang 80% tidak menggunakan helm dan jalan pelan karena sedang menikmati pemandangan sepertinya. 


Perjalanan sempat tersendat saat masuk di kota kabupaten Slawi dimana sedang dilaksanakannya pasar malam sepanjang 1 km namun cukup menghibur karena kami bisa melihat kegembiraan masyarakat sekitar di acara tersebut dan ternyata untuk bahagia itu caranya cukup sederhana.


Jam 19.45 kami memasuki kota Slawi dan saatnya mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan, Karena yang khas disitu adalah Sate Kambing Muda maka pilihan jatuh salah satu warung yang dari bentuknya keliatannya lejen yakni warung bu Tomo, dengan order 15 tusuk sate kambing muda, 5 tusuk sate hati, dan 2 mangkuk sop kambing kami share bertiga. 


Makan malam bertambah nikmat karena warung tersebut berlangganan Indihome dan kami bisa melihat UseeTV yang channel Foxsport sedang live MotoGP LeMans Perancis lumayanlah masih dapat 3 lap sambil menikmati hidangan malam.



Bersamaan dengan naik podiumnya Lorenzo, Rossi dan Vinnales di MotoGP LeMans, kamipun lanjutkan perjalan menuju Semarang yang secara umum lancar hanya ada dua hambatan saja yakni adanya perbaikan Jembatan Pait dan adanya truck patah as sebelum masuk daerah Gringsing membuat kita harus bergantian di satu jalur pada kedua tempat tersebut. 

Dan sebelum jam berganti hari 11.45 kami sudah masuk kota semarang dan check in di hotel Ibis budget dimana tersedia room dengan BunkBed.   



Pagi Semarang kami sengaja tidak breakfast di hotel tapi target adalah makan Soto Semarang, soto campur nasi dengan toping yang bebas kita pilih karena disajikan ditiap meja seperti ; sate kulit ayam, sate burung puyuh, sate kerang, tahu dan tempe. Pilihan kami adalah Soto Pak Darno di jalan Majapahit.





Memang rencana kami di Semarang hanya transit istirahat dan jalan-jalan keliling kota saja,  makan dan makan saja, sebagai penutup dikota singgah Semarang kami lunch lebih awal di Sea food Rezeki, rumah makan Seafood di dalam perumahan yang popoler banget dikalangan artis ini terlihat dari wall of fame banyaknya foto-foto artis yang terpajang saat makan di situ. 





Menu andalan adalah Kepiting Gemes, Srimping dan Udang telur asin setelah tegukan liang teh sebagai penutup lunch yang kecepetan kami melanjutkan perjalanan ke Magelang.



Jam 15.00 kami tiba di kotanya TNI angkatan Darat karena memang di kota itulah Kawah Candradimukanya para prajurit AD kita di tempa lewat AKMIL, walaupun begitu Magelang tetaplah Magelang  kota yang sejuk dan tenang. 

Tempat yang kami tuju adalah operator Rafting “Citra Elo” untuk mendaftar trip pagi dihari esok, setelah mendaftar tak lupa makanan khas Magelang “Ketupat Tahu” dan selanjutnya menuju tempat dimana kami akan menginap di Magelang yang telah dipesankan oleh Liburan Jogja 



Adalah Rumah Dharma sebuah villa di desa Wanurejo yang letaknya di tengah2 sawah penduduk, dengan konsep rumah khas jawa tengah baik ekterior dan interiornya menambah suasana alam pedesaan begitu kental jika kita berada disana. 




Menikmati sawah, pengairan dan hujan yang mulai turun sajian jahe merah melengkapi kedatangan kami di rumah Dharma yang saat itu masih tersedia 5 bangunan saja dengan beberapa tamu Opa dan Oma dari Belanda dan Jerman.






Usai istirahat dan habisnya Jahe merah kami meminjam sepeda yang memang disediakan untuk tamu disitu, menikmati sore dan hujan yang mulai turun cukup deras bersepeda ke pemukiman penduduk desa, lalu dilanjutkan menuju area halaman candi Borobudur yang memang tidak jauh dari Rumah Dharma.

Perjalanan kami bersepeda terhenti sejenak di pasar traditional Borobudur dimana kami menyantap gorengan panas (pisang, tempe, bakwan dan kue pukis) dengan air jahe hangat. Setelah puas di pasar kamipun beranjak kembali ke Rumah Dharma sebelum waktu Maghrib tiba, hujan masih menemani kepulangan kami bersepeda.










Malam magelang kami isi dengan makan malam di kota kabupaten di Rumah makan Mbok Sabar dengan menu spesial Ayam Goreng Geprek, Bacem dan Gurih dan biar gak penasaran kamipun memesan ketiganya untuk dishare. Namun setelah melewati tahap pertama seleksi ternyata pilihan Ayam Bacem dan Ayam Gurih harus ditambah hehehe. 






Usai makan malam kami kembali ke rumah Dharma untuk tidur hanya suara gemirick air pengairan dan jangkrik yang terdengar karena memang tidak ada fasilitas tv dikamar menambah tenang dan pulas kami tidur malam itu supaya kami bisa berangkat subuh menuju Punthuk Setumbu untuk melihat sunrise pagi dan gereja ayam seperti dalam Film AADC 2.



Subuh desa. Wanurejo Magelang hujan masih rintik2 mengguyur dan awan hitam masih bergelayut di langit enggan pergi, membuat kamipun enggan pergi ke Punthuk Setumbu untuk melihat matahari keluar hari itu, karena khawatirnya sudah jauh-jauh datang dan jalan kaki matahari tidak tampak karena cuaca yang mendung. Akhirnya pilihan menarik selimut kembali menjadi pilihan kami.

Pagi saatnya breakfast dipendopo Rumah Dharma menikmati Teh dan Kopi serta Jajanan Pasar sebelum menu utama Nasi Goreng untuk tenaga kami yang akan bermain Rafting di Kali Progo hari ini. 






Usai breakfast dan chekout kami berangkat menuju oprator Rafting “Citra Elo” setelah mendaftar ulang kami diangkut memakai angkutan kota menuju point start yang berjarak 30 menit waktu perjalanan.

Setelah pemananasan dan briefing sejenak perjalanan Rafting sejauh 12 km menyusuri desa-desa di Kecamatan Mungkid, dengan estimasi waktu tempuh 2,5 – 3 jam tergantung dari usaha kita mendayung. 




Rafting di kali Elo menurut kami sangat cocok untuk keluarga karena walaupun banyak jeram yang kita lalui gradenya tidak terlalu berbahaya dan menurut pemandu kami bisa dikatakan aman karena polanya habis kita melalui jeram pasti ada arus tenang setelahnya jadi memudahkan evakuasi jikalau perahu terbalik atau ada penumpang yang tercebur ke air.





Pemandangan perjalanan rafting dapat kita lihat banyaknya penduduk sekitar yang sedang memancing memang kali Elo masih banyak beberapa jenis ikan air tawar. Sedangkan hewan yang bisa kita temui adalah laba-laba air, katak, biawak dan ular pohon yang sempat kami lihat melintas diantara perahu kami. 



Perjalanan Rafting di kali Progo ada waktu istirahat dimana setengah perjalanan kita beristirahat disebuah tikungan kali yang besar dan airnya cukup tenang, disana kita bisa berenang dan melepas dahaga dengan buah kelapa muda yang telah disediakan.




Perahu kami berakhir di kantor Elo Rafting di finish point kita bisa melihat beberapa orang yang sedang berkano di operator lain. Kamipun berbilas dengan berenang di kolam sedalam 6 meter kolam tempat bungee jumping yang airnya merupakan air dari sumber mata air yang dingin dan segar. 




Setelah berbilas kami mandi dan berganti pakaian dilanjutkan makan siang yang telah disediakan dengan menu Ayam Bakar, Sayur Lodeh, Orek Tempe, kerupuk  dan sambal tentunya. 



Cerita Perjalanan  #RoadTrip  saya stop dulu di perjalanan yang menempuh 591 Km dari kota kami Bekasi. Jadi tunggu ya lanjutannya keseruan kita di Yogyakarta 

0 comments: