Piknik 3in1 di Teluk Lenggoksono

16.25.00 Unknown 0 Comments

Sebenarnya ini adalah cerita jalan-jalan saya, suami, Raafi dan adik sepupunya Allisa  liburan sekolah natal dan tahun baru 2015-2016 bertepatan dengan pembagian raport semester ganjil kemarin. 

Usai kami perjalanan Jepara, Surabaya, Madura dan Mojokerto. Kota transit kami berikutnya adalah Malang, setelah menikmati kuliner dan bertemu dengan sahabat lama di Kota Malang.

Kami bermalam di sebuah SPBU di jalan raya Belung, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Jangan membayangkan tidur di SPBU itu dalam mobil di parkiran. Bukan. Tapi di SPBU milik Om kami yang diatasnya dibagun guest house. 






Pilihan menginap di situ bukan tak direncanakan karena tujuan piknik kami adalah ke Banyu Anjlok, yakni Air Terjun di pinggir pantai Malang Selatan.


Perjalanan dari SPBU Tumpang kami mulai pagi hari,  pagi di Timur Jawa itu mataharinya cepet banget terangnya, pukul 4.30 sudah seterang pukul 6.00 kita di daerah Barat.




Kami sengaja tidak sarapan di guest housedan berencana sarapan di jalan dengan target Depot yang otentik Jawa Timuran.  Kami sarapan di Turen dengan menu rawon, pecel dan orem-orem. Usai sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju Teluk Lenggok Sono melewati Jalur Dampit - Tirtoyudo - Desa Purwodadi. Teluk Lenggoksono berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang

Saat memasuki memasuki daerah Dampit banyak sekali kelompok Aremania memberikan penghormatan kepada 2 almarhum Aremania yang meninggal dikeroyok salah satu kelompok supporter saat akan menyaksikan pertandingan AREMA ke Solo dan hari itu tepat 7 hari berpulangnya mereka.  Sebagai Aremanita sayapun memberikan apresiasi kepada mereka dengan menyumbangkan sedikit rezeki dan lambian tangan memberikan Support kepada meraka,  “Selamat jalan SAM EKO dan SAM SLAMET tenanglah kalian disana” #AremaniaBerduka

Perjalanan dari Tumpang menuju Teluk Lengok Sono pagi itu kami tempuh selama 2 jam.  Tidak sulit menuju kesana karena banyak papan penunjuk arah. Dengan variasi jalan yang banyak berkelok dan sempit serta ada beberapa bagian yang rusak membuat perjalanan agak sedikit lama

Di Teluk Lenggok Sono setelah membayar restribusi untuk 1 mobil dan 4 orang sebesar Rp. 50,000, kami disuguhi pemandangan pantai dan deburan ombak yang indah membayar semua keletihan perjalanan. Laut, hamparan pasir putih yang luas membentuk setengah lingkaran yang dikelilingi dua tebing rindang.



Di sini awal perjalanan Piknik 3in1 kita. Dengan membayar transportasi perahu, Rp.50.000 per pax, kita akan diantar ke tiga spot, Banyu Anjlok, snorkling di Klethekan dan ke Pantai Bolu Bolu. Kami melengkapi gear dengan menyewa peralatan snorkling seharga Rp. 25.000.



Kami berangkat bersama satu keluarga lain, yang ternyata dianter travel dari Malang untuk menikmati wisata ini.


Perjalanan perahu dari Teluk ke Banyu anjlok hanya memakan waktu 15 menit saja. Selain berenang di pantai ditempat ini ada gua dengan air terjun air tawar yang sejajar dengan pantai dan diatasnya terdapat air terjun dengan kolam yang cukup dalam dan lebar dengan air tawar yang dingin dan segar. Karenanya tempat ini disebut Banyu Anjlok.




Satu jam di Banyu Anjlok setelah puas berenang dipantai, berendam dikolam dan bermandi air terjun dan tentunya berfoto-foto disana. 





Kami naik perahu lagi menuju Kletekan, sebuah teluk yang dikelilingi bukit rimbun dengan air yang tenang untuk snorkling.



Tips buat teman-teman kalau mau snorkling disini jangan lupa bawa roti untuk memancing ikan-ikan tersebut keluar dari terumbu-terumbu karang sehingga kita bisa mudah melihat mereka.


Usai bercengkrama dengan keluarganya si ikan Nemo, Perahu kami melanjutkan destinasi ke tiga atau destinasi terakhir yaitu Pantai Bolu-Bolu.


Pantai Bolu-Bolu adalah teluk dengan pantai berpasir putih bahkan kalau saya pikir mirip sebuah pulau perawan yang tak berpenghuni, jadi suasana disana sangat sunyi sekali hanya deburan ombak yang terdengar apalagi pada saat kita disana hanya kami berempat dan satu keluarga berjumlah 4 orang juga, jadi terkesan private sekali. 



Dengan pantai berpasir putih yang halus kita bisa menikmati pantai dengan ombak yang kecil atau berbaring dipasir halus tersebut, sambil disirami hangat sinar matahari yang pada saat itu malu-malu



Namun baru setengah jam kami asik disana langit tiba-tiba mendung dan nelayan pembawa perahu mengajak sesegera mungkin kembali ke Teluk Lenggoksono, kamipun bergegas naik ke kapal, dan betul saja hujan deraspun mengiringi kepulangan kami dan untungnya angin dan ombak besar belum nampak hingga kita sampai ke Teluk Lenggoksono. 

Menurut nelayan yang membawa kami memang pada musim-musim tertentu 3 tempat ini tidak dapat dikunjungi, karena nelayan disana takut untuk membawa perahu karena ombak yang besar yang terkadang diiringi badai. Maklumlah karena tempat ini berhadapan langsung dengan Pantai Selatan.


Dengan basah-sebasahnya akhirnya tibalah kami di daratan, setelah mandi dan berganti pakaian kamipun pulang kembali ke Desa Tumpang untuk menginap semalam lagi sebelum esok harinya menuju Pacitan.

0 comments: