Body rafting at Green Canyon

15.04.00 Febry Meuthia 2 Comments

Entah karena sewaktu kecil ayah saya sering membawa saya mudik naik mobil, salah satu kegiatan yang paling saya sukai adalah bermobil menjelajahi tempat-tempat baru.
Saat siswa-siswa kelas 6 ujian akhir, dan anak saya libur saya langsung mengajak suami untuk melakukan tour overland.
Hapal dengan jalur Pantai Utara Jawa, maka kami memilih jalur Selatan sebagai tujuan wisata kami.

Karena sering mendengar tentang wisata alam Green Canyon di kawasan Pantai Pangandaran kabupaten Ciamis, kesanalah kami menuju. 
Dan karena sudah berbekal informasi bahwa kawasan wisata ini cukup jauh, kami merencanakan beberapa stop point.
Maka berangkatlah kami bertiga, saya, suami dan anak lelaki kami, selepas maghrib dari Bekasi. 

Mengarah ke Timur kemudian berbelok ke Selatan melalui jalan tol Cipularang. First stop Cipanas Garut

Saya sering merasa kurang beruntung jika berurusan dengan soal tempat menginap di Cipanas Garut ini. 

Berkali-kali saya kesana, seringkali saya tidak kebagian kamar di hotel-hotel yang rekomended seperti kampung Sumber Alam, Danau Dariza, Tirta Gangga dan teman-temannya. 

Namun saya berhasil menemukan penginapan Purnama (no contact +62262 540035) sebuah penginapan yang cukup descent untuk keluarga. 

Jika anda perlu penginapan berupa satu rumah dengan tiga kamar pun mereka juga punya.

Di kawasan wisata air panas alami ini kami tidak banyak melakukan kegiatan apapun, hanya berendam di kamar saja dan tidur, untuk melanjutkan perjalan esok paginya ke Pangandaran.

Pagi pukul 8.30 kami berangkat meninggalkan Cipanas Garut mengarah ke Timur menuju Pangandaran. Karena dari Garut berarti kami tinggal melanjutkan lewat Singaparna melalui Tasikmalaya tanpa harus melewati Malangbong.

Lewat jalur berkelok-kelok dengan pemandangan yang indah, namun tidak terdapat tanjakan berat seperti di jurang Gentong Limbangan, jarak yang harus kami tempuh dalam perjalanan itu adalah sejauh  162 km!

Kami  berhenti beristirahat makan siang di jalan raya Ciamis Banjar di Warung Jeruk, padahal sebelumnya sempat kelihatan rumah makan Nike Ardilla, namun kami memutuskan untuk tidak berhenti di situ.

Setelah letih bertanya “kok ga nyampe-nyampe?” Raafi, anak lelaki saya tertidur di sisa perjalanan.

Menjelang sore kami tiba di Pangandaran

Hore! Sampai akhir perjalanan hari itu? Ternyata masih belum!!

Karena kami berniat ke Green Canyon atau “Cukang Taneuh” artinya kami masih harus melanjutkan perjalanan sejauh 36 km lagi! Woohooo!

Green? What Green?
Raafi rupanya sudah bergosip dengan neneknya via bbm bahwa perjalanannya kali ini “its like never ending journey, gma!” 

Sempat terlintas perjalanan panjang itu tidak sepadan dengan apa kami dapatkan, saat melewati dermaga Green Canyon, kami mendapati air yang deras dan keruh meluberi sungai. “Sebelah mananya yang green?”
Berbekal rekomendasi teman, setelah memilih kami memutuskan untuk check ini di hotel  Javacove  yang berlokasi tepat di pinggir pantai Batukaras. 


Oecan view mini deluxe
Setelah meletakan barang-barang, kami bergegas naik mobil lagi menuju dermaga Green Canyon, karena menurut informasi, tempat tersebut tutup pukul 15.30 wib.

Rupa-rupanya saya salah mengerti, yang tutup pukul 15.30 adalah dermaga Cukang Taneuh, dimana pengunjung bisa berperahu ke pusat Green Canyon. Sedangkan yang ingin kami lakukan adalah body rafting.

Saya beruntung bertemu kang Dede Mendoel (no contact +62 85228 766 558/+62 8154 666 558 ) di kantor Guha Bau Adventure di Parkir Timur Dermaga Cukang Taneuh. 

Dari kang Dede, saya dapat informasi bahwa kegiatan body rafting memakan waktu sedikitnya 5 jam, jadi tidak mungkin dilakukan sore itu.

Setelah membuat janji untuk esok pagi, kami bersepakat soal harga. Publish rate nya adalah Rp. 850.000 untuk rombongan berlima. Tapi karena kami hanya bertiga akhirnya disepakati kami membayar Rp. 550.000 dan sore itu akhirnya kami habiskan untuk bermain di Pantai Batukaras.

Hotel  Javacove tempat kami menginap punya kebijakan unik. Meski mereka punya restoran, tapi mereka tidak menjual nasi. Memperhatikan perkembangan usaha lokal, mereka menyarankan tamu hotel untuk bertandang ke warung-warung di sekitar hotel. Jadilah kami makan malam, di warung Mang Ai


Where's the rice?
Hidangan seafood berupa udang bakar, cumi goreng tepung, cah kangkung ditambah bala-bala goreng menjadi menu makan malam kami yang… sepiiiii banget.
Jadi, jika bukan musim liburan atau weekend kawasan pantai Batukaras menjadi sepi sekali, seperti kita sedang liburan di pantai pribadi.

Alfresco Breakfast Javacove
Esok pagi, setelah menikmati sarapan al fresco di hotel java cove, kami meluncur ke kawasan parkir Cukang Taneuh  untuk memulai petualangan kami Body Rafting.
Setelah memakai gear pengaman seperti helmet, pelampung, knee pads dan sepatu karang, kami diangkut dengan sebuat pick up menuju ke hulu sungai, tempat start point body rafting.
Ready for adventure
Apa sih sebenarnya body rafting itu? Body Rafting adalah kegiatan susur sungai dengan berenang! 
Jadi kami akan mengarungi sungai Cijulang tanpa perahu karet.
Saat kami ke sana, hari sebelumnya hujan, sehingga air sungai Cijulang terlihat keruh dan lumayan deras. 

Starting pointnya tepat di depan sebuah gua kelelawar, yang berbau amoniak cukup keras. 

Dari sinilah rupanya nama klub Guha Bau Adventure

Di depan Guha Bau
Kami berenang dipandu oleh kang Dede dan satu rekannya lagi. Jika jeram di depan terlalu ekstrim, karena kami membawa anak-anak, biasanya kami akan lewat pinggir dan memanjat tebing yang lumayan tinggi.

Rest & Snacking
Jika jeram dianggap cukup aman untuk dilewati, maka kami akan berenang dengan terlentang, saling kait mengait ditarik oleh pemandu.

Yes! We climb this rock
Seaman-amannya jeram, tetap saja yang namanya arus lumayan deras, saya sempat panik ketika anak semata wayang saya sempat lepas dari pegangan dan dua kali agak “hilang”   

Belum lagi pipi tergerus batu kali. Lumayan lah sebagai tanda mata.
 
Sepanjang kegiatan ini, kang Dede membawakan kami bekal air mineral botolan dan snack. Jangan berfikir snack nya adalah risoles, lemper dan sebagainya.

Snack nya sederhana pisang sale goreng. Kudapan ringan yang memiliki gula tinggi, cocok untuk penambah energi

Jadi olahraga body rafting ini perpaduan antara berenang, trekking dan juga rock climbing. Udahannya puegel  bangeeettt.

Finish point body rafting adalah di pusat Green Canyon, dimana kami meloncat dari tebing yang lumayan tinggi, dan berenang menuju perahu yang menjemput untuk kembali ke dermaga Cukang Taneuh.


Usai olahraga yang cukup menyulut adrenalin ini kami buru-buru kembali ke hotel, mandi-mandi dan check out.
Kembali menelusuri jalan di sepanjang pantai selatan Ciamis, melewati pantai Batu Hiu, Pangandaran dan Karang Nini. 

Saat beristirahat di warung Beti, kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah. Menuju Jogjakarta via Majenang dan seterusnya.
Tentang perjalanan ke Jogjakarta dan kegiatan wisata yang kami lakukan, akan saya tulis pada cerita yang lain

2 komentar:

  1. Terimakasih buat ibu & keluarga telah mengunjungi tempat kami Guha BAu Body Rafting.

    Atas nama (crew Guha Bau Body Rafting)
    http://hobbyadventure.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Body Rafting emang seru,,,silahkan untuk berkunjung kembali di di saat air sungai lagi berwarna hijau.

    BalasHapus